
Bertepatan dengan peringatan 30 tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal di Indonesia, kita akan memasuki satu babak baru dalam perjalanan Bursa Efek di Indonesia, yaitu dengan adanya penggabungan Bursa Efek Surabaya kedalam Bursa Efek Jakarta, yang kemudian menjadi Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange). Perubahan ini mencerminkan kepentingan pasar modal secara nasional.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2007, para pemegang saham kedua Bursa Efek telah menyetujui rancangan penggabungan Bursa Efek Surabaya kedalam Bursa Efek Jakarta yang kemudian menjadi Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya telah dilakukan berbagai kegiatan dalam rangka persiapan penggabungan khususnya yang menyangkut aspek legal dan pengesahan Anggaran Dasar dari Departemen Kehakiman dan HAM. Terhitung mulai tanggal 1 Desember 2007 secara resmi Bursa Efek Indonesia telah efektif. Bursa Efek ini akan memfasilitasi perdagangan saham (equity), surat utang (fixed income), maupun perdagangan derivatif (derivative instruments). Hadirnya Bursa Efek tunggal ini diharapkan akan meningkatkan efisiensi industri pasar modal di Indonesia dan menambah daya tarik untuk berinvestasi.
Melalui penggabungan ini kami berharap pasar modal kita menjadi lebih kuat dan efisien. Para pelaku pasar hanya mengenal satu Bursa Efek yang memfasilitasi seluruh segmen pasar. Efisiensi tercapai karena Perusahaan Efek cukup menjadi anggota di satu bursa. Demikian pula bagi emiten, cukup tercatat di satu Bursa Efek. Hal lain yang tidak kalah penting adalah infrastruktur perdagangan menjadi terintegrasi dan memfasilitasi seluruh instrumen yang diperdagangkan. Sinergi merger, kita harapkan dapat meningkatkan pertumbuhan kapitalisasi pasar yang mampu bersaing dalam skala regional, peningkatan pemodal baik asing maupun lokal. Pendek kata, pasar modal tidak saja sebagai alternatif bagi pendanaan dan sarana berinvestasi, namun mampu menjadi cermin pergerakan ekonomi nasional.
Salah satu aspek penting peran yang dijalankan Bursa Efek yaitu penyebaran informasi kepada pelaku dan masyarakat luas. Jika selama ini informasi berasal dari dua Bursa Efek, maka ke depan Bursa Efek Indonesia menjadi sentral bagi penyebaran informasi bursa dan keterbukaan emiten kepada Publik. Untuk itu, secara bertahap kami akan menyatukan kandungan informasi (content) kedalam satu situs yaitu Bursa Efek Indonesia.
Kami menyadari bahwa upaya tersebut membutuhkan berbagai perubahan seperti penyatuan infrastruktur, sistem, database, penyesuaian content, serta penambahan feature-feature baru dan berbagai perubahan lainnya. Untuk itu, kami mohon pengguna memaklumi jika pada masa transisi website ini terdapat beberapa hal yang belum memenuhi harapan.
Kami berharap, dengan dukungan semua pihak, ke depan Bursa Efek Indonesia akan hadir dengan website yang mampu menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan bernilai tambah tinggi sehingga dapat menjadi andalan bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi.
Dalam kesempatan ini kami sampaikan juga komitmen kami untuk terus meningkatkan citra pasar modal sebagai sarana utama pendanaan perusahaan dan pilihan utama masyarakat dalam berinvestasi. Untuk itu serangkaian program strategis akan dikembangkan antara lain peningkatan jumlah pemodal lokal, peningkatan jumlah perusahaan yang masuk ke pasar modal (go public), penerapan Good Corporate Governance (GCG), penambahan instrumen baru, peningkatan infrastruktur perdagangan, dan lain-lain.
Kami berharap proses transisi ini dapat berlangsung secara lancar sesuai jadual dan memenuhi harapan kita semua yaitu terciptanya Bursa Efek yang mampu mewakili kepentingan nasional, memfasilitasi pasar yang lebih luas, efisien, dengan kredibilitas tingkat dunia. Dengan spirit kebersamaan, saya meyakini harapan dan cita-cita tersebut dapat dicapai.
Jakarta, 1 Juli 2009
Ito Warsito
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia