Siklus Penyelesaian T+2

Countdown
26 November 2018 T+2 Implementation In

Tentang T+2

Siklus Penyelesaian Bursa T+2 (T+2) merupakan Penyelesaian dimana penyerahan efek oleh pihak penjual dan penyerahan dana oleh pihak pembeli dilakukan pada Hari Bursa ke-2 setelah terjadinya Transaksi Bursa.

Video Implementasi Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa T+2

Penjelasan Singkat T+2

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan praktik yang diterapkan oleh Bursa di dunia, salah satu rekomendasi pengembangan Pasar Modal Dunia dan praktik yang ada saat ini adalah mempersingkat siklus penyelesaian transaksi Bursa. Saat ini negara - negara dari Kawasan Eropa, Asia, dan Amerika sudah mulai mempercepat Siklus Penyelesaian mereka dari T+3 menjadi T+2.

Penerapan T+2 dapat memberikan manfaat bagi Industri diantaranya peningkatan efisiensi proses penyelesaian, penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia, likuiditas pasar yang lebih tinggi, pemanfaatan dana yang lebih cepat, hingga penurunan risiko pasar secara keseluruhan.

Skema Penyelesaian Bursa Efek Indonesia

Skema Penyelesaian di Bursa Efek Indonesia setelah T+2 di implementasi menjadi sebagai berikut :

Manfaat T+2

  1. Efisiensi proses Penyelesaian
    Siklus Penyelesaian T+2 merampingkan proses penyelesaian saat ini sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan penurunan biaya penyelesaian bagi pelaku secara jangka panjang.
  2. Penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia
    Berbagai Bursa dari Kawasan Eropa, Asia Pasifik, Australia, New Zealand, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Kanada sudah menerapkan Siklus Penyelesaian T+2. Bursa ñ bursa lainnya juga telah mengumumkan rencana untuk mempercepat Siklus Penyelesaian mereka.
  3. Likuiditas pasar menjadi lebih tinggi
    Dengan waktu Penyelesaian yang lebih cepat, efek yang telah dibeli oleh investor dapat dijual kembali dalam waktu yang lebih singkat sehingga pasar menjadi lebih likuid.
  4. Perputaran dan pemanfaatan dana yang lebih cepat
    Sama halnya dengan efek, penjual akan menerima dana dan merealisasi gain 1 hari lebih cepat serta mempermudah investor untuk melakukan ëswitchingí ke instrument investasi lainnya.
  5. Penurunan risiko counterparty dan pasar
    Semakin lama waktu Penyelesaian transaksi, semakin besar risiko yang akan dihadapi oleh kedua belah pihak. Mempercepat siklus Penyelesaian akan membantu memitigasi risiko pasar dengan mengurangi exposure antara pihak yang bertransaksi dan Lembaga Kliring dan Penjaminan itu sendiri.

Dokumen

No Nama Dokumen Description Size(KB) Download
1. T+2 Announcement Pengumuman Tanggal Implementasi Percepatan Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa T+2 (Bahasa) 575 Download
2. T+2 Market Participant Gathering Sosialisasi dan Awareness dengan Pelaku Pasar 874 Download
3. T+2 Settlement Cycle Change Daftar Spesifikasi Perubahan Implementasi T+2 87 Download
4. T+2 Working Group Meeting Road to T+2 Settlement Cycle 1.000 Download
5. Surat Himbauan Transaksi Selama Masa Transisi T+2 Pemberitahuan Mekanisme Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Bursa dalam Masa Transisi atas Implementasi Percepatan Siklus Penyelesaian menjadi T+2 1.000 Download
6. T+2 Brochure Penjelasan mengenai Implementasi T+2 dan Impactnya kepada Pasar 961 Download
7. T+2 FAQ Pertanyaan-pertanyaan yang Sering Ditanyakan 1.000 Download

Dokumentasi Kegiatan Siklus Penyelesaian T+2

Siaran Pers

18 July 2018

Implementasi Percepatan Penyelesaian Transaksi Bursa Dari T+3 Menjadi T+2

Jakarta ñ Kemajuan teknologi dan perkembangan praktik yang diterapkan oleh Bursa lain di dunia merekomendasikan pengembangan pasar modal dengan cara mempersingkat siklus penyelesaian transaksi Bursa menjadi T+2. Dalam rangka penerapan Global Best Practice, maka Self Regulatory Origanization (SRO) yang terdiri atas Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta didukung oleh Anggota Bursa, Bank Kustodian, Bank Pembayaran, Bank Indonesia, dan Pelaku Pasar lainnya meluncurkan penerapan Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa T+2 pada Rabu (18/7) di Main Hall BEI.

 

9 November 2018

Implementasi Percepatan Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa dari T+3 ke T+2

Jakarta Sebagai tindak lanjut pencanangan rencana implementasi Percepatan Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa dari T+3 ke T+2 oleh Self Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 18 Juli 2018 lalu, SRO telah melakukan berbagai persiapan dengan melibatkan seluruh pelaku pasar modal. Dengan mempertimbangkan hasil assessment kesiapan seluruh aspek teknis maupun bisnis, serta hasil pengujian sistem di sisi SRO dan pelaku, maka dengan ini SRO mengumumkan bahwa implementasi T+2 akan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan yaitu pada hari Senin, 26 November 2018 dengan penyelesaian transaksi hari pertama dengan siklus Penyelesaian T+2 akan jatuh pada hari Rabu, 28 November 2018.


FAQ

Q1 Apa itu Siklus Penyelesaian?
Answer:

Siklus Penyelesaian adalah jeda hari sejak Transaksi dilakukan oleh investor hingga dengan Transaksi tersebut diselesaikan. Setelah investor melakukan transaksi penjualan atau pembelian efek, maka transaksi tersebut harus diselesaikan dengan cara penjual menyerahkan sejumlah efek dan pembeli menyerahkan sejumlah dana pada hari penyelesaian yang telah ditentukan, hal ini disebut juga dengan penyelesaian T Plus (T+).

Q2 Bagaimana Siklus Penyelesaian di Bursa Efek Indonesia?
Answer:

Siklus Penyelesaian Transaksi di Bursa Efek Indonesia dapat diilustrasikan dengan skema sebagai berikut :

Saat ini, perdagangan efek di Bursa Efek Indonesia dapat dilakukan pada tiga jenis pasar dengan hari penyelesaian tersendiri yaitu:

Pasar

Siklus Penyelesaian

Reguler

Hari Bursa ke-3 setelah terjadinya Transaksi Bursa (T+3)

Tunai

Hari Bursa yang sama dengan terjadinya Transaksi Bursa (T+0)

Negosiasi

Berdasarkan kesepakatan pihak penjual dan pembeli

 

Q3 Apa itu T+2?
Answer:

Siklus Penyelesaian Bursa T+2 (T+2) merupakan Penyelesaian dimana penyerahan efek oleh pihak penjual dan penyerahan dana oleh pihak pembeli dilakukan pada Hari Bursa ke-2 setelah terjadinya Transaksi Bursa.

Q4 Mengapa T+2?
Answer:

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan praktik yang diterapkan oleh Bursa di dunia, salah satu rekomendasi pengembangan Pasar Modal Dunia dan praktik yang ada saat ini adalah mempersingkat siklus penyelesaian transaksi Bursa. Saat ini negara - negara dari Kawasan Eropa, Asia, dan Amerika sudah mulai mempercepat Siklus Penyelesaian mereka dari T+3 menjadi T+2. Oleh karena itu, dalam rangka menerapkan Global Best Practice maka Bursa Efek Indonesia memandang perlunya untuk menerapkan Siklus Penyelesaian T+2 agar menjadi Bursa yang memiliki daya saing dan kredibilitas tingkat dunia.

Q5 Apa manfaat T+2?
Answer:
  1. Efisiensi proses Penyelesaian
    Siklus Penyelesaian T+2 merampingkan proses penyelesaian saat ini sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan penurunan biaya penyelesaian bagi pelaku secara jangka panjang.
  2. Penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia
    Berbagai Bursa dari Kawasan Eropa, Asia Pasifik, Australia, New Zealand, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Kanada sudah menerapkan Siklus Penyelesaian T+2. Bursa ñ bursa lainnya juga telah mengumumkan rencana untuk mempercepat Siklus Penyelesaian mereka.
  3. Likuiditas pasar menjadi lebih tinggi
    Dengan waktu Penyelesaian yang lebih cepat, efek yang telah dibeli oleh investor dapat dijual kembali dalam waktu yang lebih singkat sehingga pasar menjadi lebih likuid.
  4. Perputaran dan pemanfaatan dana yang lebih cepat
    Sama halnya dengan efek, penjual akan menerima dana dan merealisasi gain 1 hari lebih cepat serta mempermudah investor untuk melakukan ëswitchingí ke instrument investasi lainnya.
  5. Penurunan risiko counterparty dan pasar
    Semakin lama waktu Penyelesaian transaksi, semakin besar risiko yang akan dihadapi oleh kedua belah pihak. Mempercepat siklus Penyelesaian akan membantu memitigasi risiko pasar dengan mengurangi exposure antara pihak yang bertransaksi dan Lembaga Kliring dan Penjaminan itu sendiri.
Q6 Apakah Bursa Efek Indonesia juga akan menerapkan T+2?
Answer:

Ya, T+2 akan diberlakukan di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 26 November 2018 dengan skema masa transisi sebagai berikut :

Q7 Bagaimana penyelesaian Transaksi pada setiap pasar di Bursa Efek Indonesia setelah T+2 diterapkan?
Answer:

Berikut adalah pasar yang penyelesaian transaksinya mengalami perubahan :

Pasar Penyelesaian Saat Ini Siklus Penyelesaian T+2

Reguler

T+3

T+2

Tunai

T+0

T+0

Negosiasi

Sesuai kesepakatan, default T+3

Sesuai kesepakatan, default T+2

Penyelesaian di Pasar Reguler menjadi sebagai berikut :

Q8Efek apa saja yang terdampak di BEI akibat dari perubahan siklus penyelesaian dari T+3 ke T+2?
Answer:

Berikut adalah daftar efek - efek yang terdampak :

Jenis Efek

Siklus Penyelesaian Saat Ini

Siklus Penyelesaian T+2

Saham

T+3

T+2

ETF

T+3

T+2

DIRE

T+3

T+2

Waran

T+3

T+2

HMETD

T+0

T+0

Obligasi

T+2

T+2

Futures

T+1

T+1

Options

T+1 untuk Premium

T+3 untuk Physical Exercise

T+1 untuk Premium

T+2 untuk Physical Exercise

Q9 Bagaimana alur transaksi bursa hingga Penyelesaian setelah T+2 di implementasi?
Answer:

Untuk menghindari potensi kegagalan saat tanggal Penyelesaian khususnya bagi Nasabah Institusi, seluruh proses pre settlement matching antara Bank Kustodian dan Anggota Bursa telah diselesaikan maksimal pada T+1.

Q10 Bagaimana T+2 dapat mempengaruhi anda dalam melakukan transaksi?
Answer:
  1. Penumpukan settlement pada hari penyelesaian pertama setelah T+2 diimplementasi :

    Transaksi yang terjadi pada hari terakhir T+3 akan diselesaikan pada saat yang bersamaan dengan transaksi pada hari pertama T+2. Pelaku diharapkan untuk memperhatikan kecukupan dana dan efek untuk menghadapi penyelesaian dalam jumlah besar pada hari tersebut. Hal ini hanya terjadi satu kali pada Penyelesaian pertama T+2.

  2. Waktu yang dimiliki Investor untuk melakukan proses pre settlement matching saat siklus Penyelesaian T+2 lebih sedikit 1 hari dibandingkan sebelumnya.
  3. Permintaan fasilitas pinjam meminjam efek (SLB) untuk keperluan penyelesaian yang biasa dilakukan pada T+2 sebaiknya dilakukan pada T+1 untuk memastikan ketersediaan efek yang dapat dipinjam.
Q11Berapa efek atau dana yang harus saya serahkan pada hari penyelesaian ketika saya bertransaksi pada hari terakhir T+3 dan hari pertama T+2?
Answer:

Ketika transaksi dilakukan pada hari terakhir T+3 dan hari pertama T+2, maka transaksi tersebut akan di netting oleh KPEI dengan ilustrasi sebagai berikut :

 

Q12Apakah ada hal lainnya yang juga harus diperhatikan oleh pelaku terkait Mekanisme Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi selama masa transisi agar tidak terdapat potensi kegagalan?
Answer:

Pada double settlement day, KPEI akan mengeluarkan Daftar Hasil Kliring gabungan antara transaksi hari T+3 terakhir dan transaksi T+2 pertama level per Anggota Kliring.

Nasabah agar memperhatikan kecukupan dana dan efek yang dibutuhkan pada hari double settlement day karena pada hari tersebut, terdapat potensi kenaikan volume dan nilai transaksi yang harus diselesaikan dapat mencapai 1,5 hingga 2 kali lipat dari kondisi normal.

Apabila nasabah melakukan transaksi beli dan jual pada kedua hari tersebut pada lebih dari satu Anggota Kliring, maka nasabah tersebut akan memiliki kewajiban serah dan hak terima secara terpisah per Anggota Kliring dan tidak di netting oleh KPEI. Konsekuensi yang dihadapi oleh nasabah adalah dana dan efek yang harus disediakan oleh nasabah menjadi lebih besar karena tidak dalam posisi net serah atau net terima saja.

Harap juga diperhatikan bahwa pada hari penyelesaian, batas waktu kewajiban serah efek dan dana di KPEI adalah pukul 12:15, sedangkan hak terima baru terjadi pada 13:30, sehingga terdapat time gap dimana tidak dimungkinkan untuk menggunakan efek dan dana yang diterima pada hari tersebut untuk pemenuhan kewajiban serah ke KPEI sehingga nasabah bisa berpotensi menjadi gagal serah.

Ilustrasi dapat dilihat sebagai berikut :

Q13Bagaimana dengan penentuan hak atas Aksi Korporasi?
Answer:

Perubahan tanggal Cum dan Ex pada Pasar Reguler atas Aksi Korporasi Perusahaan Tercatat sebagai berikut : Perubahan tanggal Cum dan Ex pada Pasar Reguler atas Aksi Korporasi Perusahaan Tercatat sebagai berikut :

Q14 Bagaimana dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah dilakukan antara Perusahaan Efek dengan Nasabah?
Answer:

Baik Perusahaan Efek maupun Nasabah diminta untuk melakukan review dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan atas dokumen ñ dokumen kontraktual dan kesepakatan yang ada seperti namun tidak terbatas pada dokumen Account Opening, hak/kewajiban terima/serah dana dan/atau efek pada pada Trade Confirmation / Invoice, dan Forced Sell/Buy dalam fasilitas Margin dan/atau Shortsell. Anggota Bursa wajib menginformasikan segala perubahan yang terjadi pada dokumen kontraktual kepada setiap Nasabah mereka menggunakan media yang ada.

Q15 Bagaimana jika saya memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait T+2?
Answer:

Ibu / Bapak dapat mengirimkan pertanyaan tersebut ke :

Unit Proyek T+2,
proyek.t2@idx.co.id untuk pertanyaan seputar transaksi Bursa

Unit Ekuiti,
timt2kpei@kpei.co.id untuk pertanyaan seputar kliring dan kewajiban serah

Unit Penyelesaian Transaksi,
t2.ksei@ksei.co.id untuk pertanyaan seputar penyelesaian transaksi

Tidak yakin harus mengirimkan kemana? Silahkan kirimkan ketiga email tersebut dan akan kami bantu untuk ekskalasikan ke pihak terkait.