Siklus Penyelesaian T+2

Tentang T+2

Siklus Penyelesaian Bursa T+2 (T+2) merupakan Penyelesaian dimana penyerahan efek oleh pihak penjual dan penyerahan dana oleh pihak pembeli dilakukan pada Hari Bursa ke-2 setelah terjadinya Transaksi Bursa.

Penjelasan Singkat T+2

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan praktik yang diterapkan oleh Bursa di dunia, salah satu rekomendasi pengembangan Pasar Modal Dunia dan praktik yang ada saat ini adalah mempersingkat siklus penyelesaian transaksi Bursa. Saat ini negara - negara dari Kawasan Eropa, Asia, dan Amerika sudah mulai mempercepat Siklus Penyelesaian mereka dari T+3 menjadi T+2.

Penerapan T+2 dapat memberikan manfaat bagi Industri diantaranya peningkatan efisiensi proses penyelesaian, penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia, likuiditas pasar yang lebih tinggi, pemanfaatan dana yang lebih cepat, hingga penurunan risiko pasar secara keseluruhan.

Skema Penyelesaian Bursa Efek Indonesia

Skema Penyelesaian di Bursa Efek Indonesia setelah T+2 di implementasi menjadi sebagai berikut :

Manfaat T+2

  1. Efisiensi proses Penyelesaian
    Siklus Penyelesaian T+2 merampingkan proses penyelesaian saat ini sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan penurunan biaya penyelesaian bagi pelaku secara jangka panjang.
  2. Penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia
    Berbagai Bursa dari Kawasan Eropa, Asia Pasifik, Australia, New Zealand, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Kanada sudah menerapkan Siklus Penyelesaian T+2. Bursa – bursa lainnya juga telah mengumumkan rencana untuk mempercepat Siklus Penyelesaian mereka.
  3. Likuiditas pasar menjadi lebih tinggi
    Dengan waktu Penyelesaian yang lebih cepat, efek yang telah dibeli oleh investor dapat dijual kembali dalam waktu yang lebih singkat sehingga pasar menjadi lebih likuid.
  4. Perputaran dan pemanfaatan dana yang lebih cepat
    Sama halnya dengan efek, penjual akan menerima dana dan merealisasi gain 1 hari lebih cepat serta mempermudah investor untuk melakukan ‘switching’ ke instrument investasi lainnya.
  5. Penurunan risiko counterparty dan pasar
    Semakin lama waktu Penyelesaian transaksi, semakin besar risiko yang akan dihadapi oleh kedua belah pihak. Mempercepat siklus Penyelesaian akan membantu memitigasi risiko pasar dengan mengurangi exposure antara pihak yang bertransaksi dan Lembaga Kliring dan Penjaminan itu sendiri.

Dokumen

No Nama Dokumen Description Size(KB) Download
1. 001 IDX T+2 Settlement Cycle Change 87 Download
2. 002 Pengumuman Tanggal Implementasi Percepatan Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa dari T+3 ke T+2  1234 Download

Siaran Pers

18 July 2018

Implementasi Percepatan Penyelesaian Transaksi Bursa Dari T+3 Menjadi T+2

Jakarta Kemajuan teknologi dan perkembangan praktik yang diterapkan oleh Bursa lain di dunia merekomendasikan pengembangan pasar modal dengan cara mempersingkat siklus penyelesaian transaksi Bursa menjadi T+2. Dalam rangka penerapan Global Best Practice, maka Self Regulatory Origanization (SRO) yang terdiri atas Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta didukung oleh Anggota Bursa, Bank Kustodian, Bank Pembayaran, Bank Indonesia, dan Pelaku Pasar lainnya meluncurkan penerapan Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa T+2 pada Rabu (18/7) di Main Hall BEI.


FAQ

Q1 Apa itu Siklus Penyelesaian?
Answer:

Siklus Penyelesaian adalah jeda hari sejak Transaksi dilakukan oleh investor hingga dengan Transaksi tersebut diselesaikan. Setelah investor melakukan transaksi penjualan atau pembelian efek, maka transaksi tersebut harus diselesaikan dengan cara penjual menyerahkan sejumlah efek dan pembeli menyerahkan sejumlah dana pada hari penyelesaian yang telah ditentukan, hal ini disebut juga dengan penyelesaian T Plus (T+).

Q2 Bagaimana Siklus Penyelesaian di Bursa Efek Indonesia?
Answer:

Siklus Penyelesaian Transaksi di Bursa Efek Indonesia dapat diilustrasikan dengan skema sebagai berikut :

Saat ini, perdagangan efek di Bursa Efek Indonesia dapat dilakukan pada tiga jenis pasar dengan hari penyelesaian tersendiri yaitu:

Pasar

Siklus Penyelesaian

Reguler

Hari Bursa ke-3 setelah terjadinya Transaksi Bursa (T+3)

Tunai

Hari Bursa yang sama dengan terjadinya Transaksi Bursa (T+0)

Negosiasi

Berdasarkan kesepakatan pihak penjual dan pembeli

 

Q3 Apa itu T+2?
Answer:

Siklus Penyelesaian Bursa T+2 (T+2) merupakan Penyelesaian dimana penyerahan efek oleh pihak penjual dan penyerahan dana oleh pihak pembeli dilakukan pada Hari Bursa ke-2 setelah terjadinya Transaksi Bursa.

Q4 Mengapa T+2?
Answer:

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan praktik yang diterapkan oleh Bursa di dunia, salah satu rekomendasi pengembangan Pasar Modal Dunia dan praktik yang ada saat ini adalah mempersingkat siklus penyelesaian transaksi Bursa. Saat ini negara - negara dari Kawasan Eropa, Asia, dan Amerika sudah mulai mempercepat Siklus Penyelesaian mereka dari T+3 menjadi T+2. Oleh karena itu, dalam rangka menerapkan Global Best Practice maka Bursa Efek Indonesia memandang perlunya untuk menerapkan Siklus Penyelesaian T+2 agar menjadi Bursa yang memiliki daya saing dan kredibilitas tingkat dunia.

Q5 Apa manfaat T+2?
Answer:
  1. Efisiensi proses Penyelesaian
    Siklus Penyelesaian T+2 merampingkan proses penyelesaian saat ini sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan penurunan biaya penyelesaian bagi pelaku secara jangka panjang.
  2. Penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia
    Berbagai Bursa dari Kawasan Eropa, Asia Pasifik, Australia, New Zealand, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Kanada sudah menerapkan Siklus Penyelesaian T+2. Bursa – bursa lainnya juga telah mengumumkan rencana untuk mempercepat Siklus Penyelesaian mereka.
  3. Likuiditas pasar menjadi lebih tinggi
    Dengan waktu Penyelesaian yang lebih cepat, efek yang telah dibeli oleh investor dapat dijual kembali dalam waktu yang lebih singkat sehingga pasar menjadi lebih likuid.
  4. Perputaran dan pemanfaatan dana yang lebih cepat
    Sama halnya dengan efek, penjual akan menerima dana dan merealisasi gain 1 hari lebih cepat serta mempermudah investor untuk melakukan ‘switching’ ke instrument investasi lainnya.
  5. Penurunan risiko counterparty dan pasar
    Semakin lama waktu Penyelesaian transaksi, semakin besar risiko yang akan dihadapi oleh kedua belah pihak. Mempercepat siklus Penyelesaian akan membantu memitigasi risiko pasar dengan mengurangi exposure antara pihak yang bertransaksi dan Lembaga Kliring dan Penjaminan itu sendiri.
Q6 Apakah Bursa Efek Indonesia juga akan menerapkan T+2?
Answer:

Ya, T+2 akan diberlakukan di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 26 November 2018 dengan skema masa transisi sebagai berikut :

Q7 Bagaimana penyelesaian Transaksi pada setiap pasar di Bursa Efek Indonesia setelah T+2 diterapkan?
Answer:

Berikut adalah pasar yang penyelesaian transaksinya mengalami perubahan :

 

Penyelesaian di Pasar Reguler menjadi sebagai berikut :

Q8 Bagaimana alur transaksi bursa hingga Penyelesaian setelah T+2 di implementasi?
Answer:

Untuk menghindari potensi kegagalan saat tanggal Penyelesaian khususnya bagi Nasabah Institusi, seluruh proses pre settlement matching antara Bank Kustodian dan Anggota Bursa telah diselesaikan maksimal pada T+1.

 

Q9 Bagaimana T+2 dapat mempengaruhi anda dalam melakukan transaksi?
Answer:
  1. Penumpukan settlement pada hari penyelesaian pertama setelah T+2 diimplementasi :

    Transaksi yang terjadi pada hari terakhir T+3 akan diselesaikan pada saat yang bersamaan dengan transaksi pada hari pertama T+2. Pelaku diharapkan untuk memperhatikan kecukupan dana dan efek untuk menghadapi penyelesaian dalam jumlah besar pada hari tersebut. Hal ini hanya terjadi satu kali pada Penyelesaian pertama T+2.

  2. Waktu yang dimiliki Investor untuk melakukan proses pre settlement matching saat siklus Penyelesaian T+2 lebih sedikit 1 hari dibandingkan sebelumnya.
  3. Permintaan fasilitas pinjam meminjam efek (SLB) untuk keperluan penyelesaian yang biasa dilakukan pada T+2 sebaiknya dilakukan pada T+1 untuk memastikan ketersediaan efek yang dapat dipinjam.
Q10Berapa efek atau dana yang harus saya serahkan pada hari penyelesaian ketika saya bertransaksi pada hari terakhir T+3 dan hari pertama T+2?
Answer:

Ketika transaksi dilakukan pada hari terakhir T+3 dan hari pertama T+2, maka transaksi tersebut akan di netting oleh KPEI dengan ilustrasi sebagai berikut :

Q11 Bagaimana dengan penentuan hak atas Aksi Korporasi?
Answer:

Perubahan tanggal Cum dan Ex pada Pasar Reguler atas Aksi Korporasi Perusahaan Tercatat sebagai berikut :

Q12 Bagaimana dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah dilakukan antara Perusahaan Efek dengan Nasabah?
Answer:

Baik Perusahaan Efek maupun Nasabah diminta untuk melakukan review dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan atas dokumen – dokumen kontraktual dan kesepakatan yang ada seperti namun tidak terbatas pada dokumen Account Opening, hak/kewajiban terima/serah dana dan/atau efek pada pada Trade Confirmation / Invoice, dan Forced Sell/Buy dalam fasilitas Margin dan/atau Shortsell. Anggota Bursa wajib menginformasikan segala perubahan yang terjadi pada dokumen kontraktual kepada setiap Nasabah mereka menggunakan media yang ada.

Q13 Bagaimana jika saya memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait T+2?
Answer:

Ibu / Bapak dapat mengirimkan pertanyaan tersebut ke :

Unit Pelaporan Perdagangan dan Evaluasi Operasional,
pelaporanevaluasi.opp@idx.co.id untuk pertanyaan seputar transaksi Bursa

Unit Ekuiti,
unit.eku@kpei.co.id untuk pertanyaan seputar kliring dan kewajiban serah

Unit Penyelesaian Transaksi,
pt@ksei.co.id untuk pertanyaan seputar penyelesaian transaksi

Tidak yakin harus mengirimkan kemana? Silahkan kirimkan ketiga email tersebut dan akan kami bantu untuk ekskalasikan ke pihak terkait.