Beranda  /  Produk dan Layanan  /  Layanan  /  InformasiLogin          

Informasi

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyediakan data perdagangan real time dalam bentuk Data Feed format.

Paket Data Feed
 
Paket Data Feed yang ditawarkan adalah:

  1. Data Feed versi G4.03d
    Data real time yang tersedia dalam paket ini adalah: Order, Trade, Index, News, dan Stock Summary.
  2. Data Feed versi G4.22c
    Data real time yang tersedia dalam paket ini adalah: Order Book (5 level), Trade, Index, News, dan Stock Summary

       

     

    Spesifikasi Teknis Produk 

    Spesifikasi Teknis Produk tersedia di Unit Perdagangan Informasi Pasar:
    Telepon: +6221 5150515,
    e-mail   : idxdata@idx.co.id.

    Pelanggan Data Feed

    Pelanggan Data Feed BEI dibedakan menjadi 2 sebagai berikut:

    1. Data Vendor, yaitu perusahaan yang menggunakan Data BEI untuk didistribusikan kembali kepada pihak ketiga.
    2. Anggota Bursa, yaitu Anggota Bursa BEI yang menggunakan Data BEI untuk keperluan Back Office, Front Office dan Online Trading.

     

    Anggota Bursa yang menggunakan Data BEI selain yang ditentukan (mendistribusikan kepada pihak ketiga) akan diperlakukan sebagai Vendor.

    Pelanggan Data Feed dapat memperoleh Data Feed langsung dari BEI atau melalui Vendor Pelanggan Data Feed (Authorized Vendor). Pelanggan yang memperoleh Data Feed dari Vendor untuk didistribusikan kepada pihak ketiga disebut Re-Vendor. Semua Pelanggan Data Feed (Vendor dan Anggota Bursa) baik yang menerima data dari BEI maupun dari Vendor berkewajiban membuat Perjanjian dengan BEI.

    Berikut ini adalah Data Vendor dan Anggota Bursa yang berlangganan Data Feed BEI: 
     

    1. Vendor Lokal

    • PT Aiti Investment/PT e-Trading Securities

    • PT IMQ
    • PT IQ Plus Prima
    • PT Limas Centric Indonesia Tbk.
    • PT RTI Infokom
    • PT Viva News Indonesia

    2. Vendor Asing

    • Bloomberg L.P.
    • Thomson Reuters
    • Interactive Data Corporation 
    • Six Telekurs Ltd.
    • Quick Corp.
    • Merrill Lynch
    • OCBC Sec. Pte. Ltd
    • Yahoo Inc.
    • The Northern Trust Corp.
    • Dow Jones
    • Financial Models Company
    • ADVFN PLC.
    • Goldman Sachs Group Inc.
    • Fidessa Plc.
    • Factset Research System Inc.
    • GL Trade (Suisse) S.A.
    • SanGard
    • Proquote Ltd.
    • Aizawa Securities
    • Carry Quote
    • Investment Technology Group, Inc. 
    • IRESS Data Pty. Ltd.
    • Instinet Pacific Services Limited
     

     

     

     

    3. Anggota Bursa 

    • PT AmCapital Indonesia
    • PT Artha Securities Indonesia
    • PT Bahana Securities
    • PT Batavia Prosperindo Sekuritas
    • PT Bhakti Securities
    • PT BNI Securities
    • PT Ciptadana Sekuritas
    • PT Credit Suisse Securities Indonesia
    • PT Danareksa Sekuritas
    • PT Dhanawibawa Artha Cemerlang
    • PT Kiwoom Securities Indonesia
    • PT Erdikha Elit Sekuritas
    • PT HD Capital
    • PT Indo Premier Securities
    • PT Jakarta Securities
    • PT Kim Eng Securities
    • PT Kresna Graha Sekurindo Tbk.
    • PT Macquarie Capital Securities Indonesia
    • PT Makindo Securities
    • PT Makindo Securities
    • PT Merrill Lynch Indonesia
    • PT Net Sekuritas
    • PT OSK Nusadana Securities Indonesia
    • PT Panca Global Securities
    • PT Panin Sekuritas Tbk.
    • PT Paramitra Alfa Sekuritas
    • PT Phillip Securities Indonesia
    • PT Phintraco Securities
    • PT Reliance Securities
    • PT Samuel Sekuritas Indonesia
    • PT Senni Cahaya
    • PT Sinarmas Sekuritas
    • PT Transpacific Securindo
    • PT Trimegah Securities Tbk.
    • PT Universal Broker Indonesia
    • PT Waterfront Securities Indonesia
     

     

     

     

    Catatan: Anggota Bursa yang memberikan data real time kepada nasabahnya baik dalam bentuk Online Trading atau terminal interaktif lainnya akan dikenakan Biaya Informasi.

    Struktur Biaya Data Feed

    Biaya Data Feed adalah sebagai berikut:

    1.  Biaya Berlangganan (Subscription Fee )*

    • Biaya Berlangganan untuk Data Vendor (koneksi langsung)
    • Biaya Berlangganan untuk Re-vendor (koneksi tidak langsung)
    • Biaya Berlangganan ditagih setiap tiga bulan di muka .
     

     

     

     

    *Biaya Berlangganan tidak dikenakan kepada Anggota Bursa (syarat dan ketentuan berlaku).

    2.    Biaya Koneksi Tambahan (Additional Port Connection Fee)
           Biaya Koneksi Tambahan ditagih setiap tiga bulan di muka.
    3.    Biaya Informasi (Information Fee)
    Biaya Informasi adalah biaya yang dibayarkan oleh Vendor/Anggota Bursa kepada BEI berdasarkan jumlah Pelanggan/Nasabah (end-user client) yang memperoleh Data BEI secara real time melalui terminal yang dapat diakses secara interaktif.

    4.    Simpanan Jaminan (Security Deposit)
    Simpanan Jaminan adalah sejumlah dana yang wajib diserahkan oleh Vendor kepada BEI sebagai jaminan.
    *Simpanan Jaminan tidak dikenakan kepada Anggota  Bursa (syarat dan ketentuan berlaku).

    Prosedur Berlanggan

    Calon pelanggan wajib menyerahkan:

    1. Formulir Pendaftaran yang sudah dilengkapi.
    2. NPWP Perusahaan (Pelanggan Lokal). 
    3. Persetujuan tentang isi Perjanjian.
     

     

     

     

    Formulir Pendaftaran

    Formulir Pendaftaran dapat diminta melalui e-mail idxdata@idx.co.id.

    Spesifikasi Teknis

    Spesifikasi Teknis dapat diminta melalui e-mail idxdata@idx.co.id

    Unit Perdagangan Informasi Pasar
    Divisi Perdagangan Saham
    PT Bursa Efek Indonesia
    Telp.   : +6221-5150515
    Fax     : +6221-5150110
    E-mail : idxdata@idx.co.id

    Latar Belakang

    Latar Belakang diberlakukannya kewajiban melaporkan transaksi Efek melalui CTP PLTE (Penerima  Laporan Transaksi Efek), antara lain:

    • Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) Nomor X.M.3 tentang Pelaporan Transaksi Efek
    • Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor KEP-338/BL/2009 Tanggal 30 September 2009 Tentang Penunjukkan PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) Selaku Penerima Laporan Transaksi Efek

    Transaksi Efek yang wajib dilaporkan 
    Transaksi Efek yang wajib dilaporkan sesuai dengan peraturan X.M.3 adalah transaksi atas Efek bersifat utang dan Sukuk yang telah dijual melalui Penawaran Umum, Surat Berharga Negara, dan Efek lain yang ditetapkan oleh Ketua Bapepam dan LK untuk dilaporkan, yang diperdagangkan di pasar sekunder

    Transaksi Yang Wajib Dilaporkan

     

     

    • Jual beli putus (outright);
    • Hibah(Donation);
    • Warisan(Inheritance);
    • Tukar menukar(Barter);
    • Pengalihan karena penetapan pengadilan (Legal Transfer);
    • Pengalihan karena penggabungan, peleburan, atau  pengambilalihan(Merger&Acqusition);
    • Pinjam meminjam (SLB);
    • Transaksi jual dengan janji beli kembali pada waktu dan harga yang telah ditetapkan   (repurchase agreement/repo);
    • Pemindahbukuan Efek yang dilakukan oleh Pihak dengan identitas yang sama (In House Transfer);
    • Pembelian kembali (buy back);
    • Peralihan Efek dalam rangka penciptaan dan pembelian kembali (pelunasan) Unit Penyertaan Reksa Dana yang diperdagangkan di Bursa Efek (Redeem);
    • Konversi menjadi Efek lain (Convertion);
    • Penjaminan Efek selain dalam rangka Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa yang ditempatkan pada Lembaga Kliring dan Penjaminan (Guaranty); dan
    • Jenis transaksi lain yang ditetapkan oleh Ketua Bapepam dan LK (Others).

    Yang wajib melaporkan transaksi
    Setiap Pihak yang melakukan Transaksi Efek Wajib lapor ke Bapepam&LK melalui PLTE, dengan ketentuan :

    1. Jika transaksi dilakukan di Bursa, pelaporan otomatis telah dilakukan melalui Bursa (BEI)
    2. Jika transaksi di luar Bursa :
      1. untuk Transaksi Efek yang dilakukan oleh atau melalui Partisipan, maka pelaporan atas     Transaksi Efek tersebut otomatis dilakukan oleh Partisipan
      2. untuk Transaksi Efek yang dilakukan tidak melalui Partisipan namun penyelesaiannya      dilakukan melalui Partisipan, maka pelaporannya otomatis dilakukan oleh Partisipan yang menyelesaikan Transaksi Efek dimaksud
      3. dalam hal Transaksi Efek dan penyelesaiannya dilakukan tidak melalui Partisipan maka     pelaporan atas Transaksi Efek tersebut wajib dilakukan melalui Partisipan yang ditunjuk oleh pihak yang melakukan Transaksi Efek dimaksud
      4. dalam hal Transaksi Efek dilakukan dengan Pemerintah atau Bank Indonesia maka     pelaporan atas Transaksi Efek tersebut wajib dilakukan oleh lawan transaksi melalui Partisipan, sesuai dengan mekanisme sebagaimana dimaksud dalam ketentuan 2a, 2b dan 2c
      5. dalam hal Transaksi Efek berupa konversi menjadi Efek lain maka pelaporan atas     Transaksi Efek tersebut wajib dilakukan oleh pihak yang mengkonversi menjadi Efek lain tersebut melalui Partisipan, sesuai dengan mekanisme sebagaimana dimaksud dalam  ketentuan 2a, 2b dan 2c

    Sistem Pelaporan Elektronik Transaksi Efek melalui Central Trading Platform (CTP)
     
    Tata Cara Pelaporan

    1. Pelaporan dilakukan selambat-lambatnya 30 menit dengan ketentuan sbb :
      1. Setelah Transaksi Efek terjadi jika Transaksi Efek dilakukan oleh atau melalui Partisipan; atau
      2. Setelah instruksi penyelesaian diterima oleh Partisipan, apabila Transaksi  Efek tidak dilakukan melalui Partisipan tetapi penyelesaian Transaksi Efek tersebut dilakukan melalui Partisipan dimaksud
      3. Setelah Partisipan menerima laporan Transaksi Efek, apabila Transaksi Efek   dan penyelesaian Transaksi Efek tersebut tidak dilakukan melalui Partisipan dimaksud
    2. Partisipan memilih jenis pelaporan transaksi, yaitu :
      1. Untuk kewajiban pelaporan; atau
      2. Untuk kewajiban pelaporan dan Tambahan Layanan (VAS-Value Added Service 
    3. Pelaporan atas Transaksi Efek melalui CTP-PLTE dilakukan oleh Partisipan dengan ketentuan sbb :
      1. Dalam hal transaksi dilakukan antar atau melalui Partisipan, maka :
        1. Partisipan jual memasukkan pelaporan Transaksi Efek dan selanjutnya dikonfirmasi oleh Partisipan  beli 
        2. Dalam hal Partisipan beli tidak melakukan konfirmasi atas pelaporan Transaksi Efek sebagaimana dimaksud dalam Peraturan X.M.3 sampai dengan akhir hari kerja, maka pelaporan tersebut akan tercatat pada hari kerja berikutnya dengan status belum terkonfirmasi
      2. Dalam hal Transaksi Efek dilakukan antara Partisipan dengan Pihak yang bukan Partisipan,  maka pelaporan Transaksi Efek tersebut dimasukkan ke CTP-PLTE  oleh Partisipan
      3. Dalam hal Transaksi Efek dilakukan antar Pihak yang bukan Partisipan, maka pelaporan Transaksi Efek dilakukan oleh Partisipan yang berfungsi sebagai Kustodian dari pihak yang melakukan Transaksi Efek tersebut atau Partisipan yang ditunjuk, dengan ketentuan sbb :
        1. Apabila Partisipan yang berfungsi sebagai Kustodian atau Partisipan yang ditunjuk oleh masing-masing Pihak tersebut sama, maka  pelaporan dimasukkan  ke CTP-PLTE oleh Partisipan yang berfungsi sebagai Kustodian  atau Partisipan yang ditunjuk tersebut
        2. Apabila Partisipan yang berfungsi sebagai Kustodian atau Partisipan yang ditunjuk oleh masing-masing Pihak tersebut berbeda, maka  :
          1. Pelaporan dilakukan oleh Partisipan yang berfungsi sebagai Kustodian jual atau Partisipan yang ditunjuk oleh Pihak jual, dan selanjutnya dikonfirmasi oleh Kustodian     beli atau Partisipan yang ditunjuk oleh Pihak beli
          2. Apabila Kustodian beli atau Partisipan yang ditunjuk oleh Pihak beli tidak melakukan    konfirmasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No. X.M.3 sampai dengan akhir hari kerja, maka pelaporan Transaksi Efek tersebut akan tercatat pada hari kerja     berikutnya dengan status belum terkonfirmasi 

    Proses Pelaporan melalui CTP PLTE (Penerima Laporan Transaksi Efek)

     

     

    1. Proses Pelaporan 2 sisi (PE/Bank – PE/Bank)

      1. PE/Bank bertransaksi dengan PE/Bank lainnya

      2. PE/Bank Jual melaporkan/meng-input transaksi yang dilakukannya tersebut melalui sistem PLTE

      3. PE/Bank Beli mengkonfirmasi transaksi melalui sistem PLTE

      4. Data transaksi diterima oleh Bapepam-LK

      5. Pada akhir hari PE/Bank yang melaporkan dan/atau mengkonfirmasi transaksi akan menerima Daftar Pelaporan Transaksi Obligasi (DPTO)

      6. PE/Bank menyelesaikan transaksinya

      7. BI dan KSEI mengirimkan data penyelesaian ke sistem PLTE

      8. Hasil konsolidasi data pelaporan dan data penyelesaian dikirimkan ke Bapepam-LK untuk keperluan selanjutnya

    2. Proses Pelaporan 1 sisi (PE/Bank – Investor)
      1. Investor bertransaksi dengan Investor lainnya
      2. Investor melaporkan transaksinya ke Kustodiannya (Kustodian Investor Jual adalah juga Kustodian Investor Beli)
      3. Kustodian melaporkan transaksi Investornya tersebut ke sistem PLTE
      4. Data transaksi diterima oleh Bapepam-LK
      5. Pada akhir hari Kustodian yang melaporkan dan/atau mengkonfirmasi transaksi akan menerima Daftar Pelaporan Transaksi Obligasi (DPTO)
      6. Kustodian menyelesaikan transaksinya
      7. BI dan KSEI mengirimkan data penyelesaian ke sistem PLTE
      8. Hasil konsolidasi data pelaporan dan data penyelesaian dikirimkan ke Bapepam-LK untuk keperluan selanjutnya

     

    Jam Pelaporan

    Ketentuan jam pelaporan ditetapkan dengan ketentuan :

    1. Dalam hal transaksi terjadi, dilaporkan, atau diinstruksikan penyelesaiannya kepada Partisipan sebelum jam pelaporan, maka batas waktu pelaporan dihitung sejak jam  pelaporan dibuka pada hari yang sama dengan transaksi terjadi atau transaksi dilaporkan kepada Partisipan.
    2. Dalam hal transaksi terjadi, dilaporkan atau diinstruksikan penyelesaiannya kepada Partisipan setelah jam pelaporan, maka batas waktu pelaporan dihitung sejak jam pelaporan dibuka pada hari kerja selanjutnya sejak transaksi terjadi atau transaksi dilaporkan kepada Partisipan.