• 02 Maret 2009

    Peluncuran Perdana Sistem Perdagangan Baru PT Bursa Efek Indonesia: JATS-NextG

  • 2007

    Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI)

  • 2002

    BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading)

  • 2000

    Sistem Perdagangan Tanpa Warkat (scripless trading) mulai diaplikasikan di pasar modal Indonesia

  • 1995

    Bursa Paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya

  • 10 November 1995

    Pemerintah mengeluarkan Undang –Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-Undang ini mulai diberlakukan mulai Januari 1996

  • 22 Mei 1995

    Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan dengan sistem computer JATS (Jakarta Automated Trading Systems)

  • 13 Juli 1992

    Swastanisasi BEJ. BAPEPAM berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ

  • 16 Juni 1989

    Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya

  • Desember 1988

    Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 88 (PAKDES 88) yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan pasar modal

  • 2 Juni 1988

    Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE), sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer

  • 1988 – 1990

    Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal diluncurkan. Pintu BEJ terbuka untuk asing. Aktivitas bursa terlihat meningkat

  • 1987

    Ditandai dengan hadirnya Paket Desember 1987 (PAKDES 87) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia

  • 1977 – 1987

    Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu. Jumlah emiten hingga 1987 baru mencapai 24. Masyarakat lebih memilih instrumen perbankan dibandingkan instrumen Pasar Modal

  • 10 Agustus 1977

    Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto. BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama

  • 1956 – 1977

    Perdagangan di Bursa Efek vakum

  • 1956

    Program nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa Efek semakin tidak aktif

  • 1942 – 1952

    Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama Perang Dunia II

  • Awal 1939

    Karena isu politik (Perang Dunia II) Bursa Efek di Semarang dan Surabaya ditutup

  • 1925 – 1942

    Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan Bursa Efek di Semarang dan Surabaya

  • 1914 – 1918

    Bursa Efek di Batavia ditutup selama Perang Dunia I

  • Desember 1912

    Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda